Senin, 19 September 2016

Provinsi Maluku



A. Letak, luas, dan batas wilayah

                Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah provinsi yang ada di Indonesia. Yang Ibu kotanya yaitu Ambon. Lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti bahwa sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di PersiaMesopotamia, dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara, daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil PalaFuliCengkeh dan Mutiara
               Menurut letak astronomis, maka wilayah Provinsi Maluku terletak antara 2 °30 ’LU -90° LS &  124°BT - 136° BT dengan jumlah penduduk sebesar:  1.708.000 jiwa. Dengan luas daratan 47.350,42 km2 dan luas perairan 658.294,69 km2. Maluku terletak di Indonesia Bagian Timur. Berbatasan langsung dengan Maluku Utara dan Papua Barat di sebelah utara, Laut MalukuSulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara di sebelah barat, Laut BandaTimor Leste, dan Nusa Tenggara Timur di sebelah selatan serta Laut Aru dan Papua di sebelah timur.

B. Keadaan Fisik
                Iklim dan Cuaca, Kepulauan Maluku beriklim tropis dan iklim Muzon dimana iklim ini sangat dipengaruhi oleh lautan yang luas dan berlangsung serimana dengan iklim yang ada. 
Temperatur rata-rata dari tiga stasiun BMG adalah 27°C, dengan curah hujan sepanjang tahun 2005 sebesar 184,13 mm. Rata-rata temperatur Provinsi Maluku berdasarkan pencatatan stasium BMG Tahun 2005 Stasiun BMG Ambon Tual Saumlaki Stasiun BMG Ambon Tual Saumlaki Rata-rata Rata-rata temparatur (°C) Maksimum 26,4 30,5 27,2 27,6 Rata-rata jumlah hari hujan 20,2 17,4 11,4 31,5 31,5 Rata-rata Rata-rata Minimum Curah Hujan (mm) 23,7 237,8 24,1 23,8 192,1 122,5 Presentase Kelembaban dan Penyinaran matahari berdasarkan pencatatan stasium BMG Tahun 2005 Rata-rata Rata-rata Rata-rata penyinaran Tekanan Kelembaban Nisbi matahari (%) Udara (Nb) Udara (%) 39,8 1.011,1 80,6 64,6 71,0 1.010,8 1.011,8 85,5 79,4

C. Keadaan Sosial
                Provinsi Maluku memiliki penduduk sebesar 1.708.000 jiwa. Maluku memiliki beberapa suku, yaitu Alif'uru (60%), Eropa 10%), Arab (20%), Sulawesi, Jawa, Sumatra dan lainnya (10%). dan memiliki beberapa bahasa,yaitu Bahasa Ambon (utama), serta 140-an lebih bahasa-bahasa lainnya. Maluku juga memiliki beberapa agama seperti , Islam (50,61%), Protestan (41,40%), Katolik (6,76), Hindu (0,4%), Buddha (Khong Hu Chu) kurang dari (0,1%), dan lainnya (0,4%).

D. Ketahanan Pangan
                Di Maluku ketersediaan lahan sawah hanya terbatas pada daerah transmigrasi seperti daerah Seram dan Pulau Buru sebagai tempat pembuangan eks PKI selain itu terbatasnya unsur hara pada tanah yang ada di Maluku mengharuskan stok beras sebagai kebutuhan utama pakan harus dari luar daerah seperti Makassar dan Surabaya padahal pangan alternatif yang tersedia di Maluku cukup mampu mengatasi keterbatasan pangan yang ada. Pangan tersebut adalah Sagu. Sagu sebagai pangan tradisional orang Maluku sudah ada sejak Nenek Moyang orang Maluku ada, bahkan Belanda dan Portugis yang menjajah berabad-abad di Negeri Maluku sudah menggunakan sagu sebagai kebutuhan pangan pasukan armada perang mereka. Namun lewat pemerintahan masa orde baru terjadi penyeragaman pangan ke satu komoditas pangan yakni beras. Namun ketergantungan pola konsumsi pangan masyarakat Maluku terhadap beras, tidak sebanding dengan tingkat produksi beras di Provinsi Maluku. Secara letak geografis Maluku adalah Provinsi kepulauan.

E. Bahan Industri
                Industri yang berbasiskan sumber daya alam, khususnya industri pengolahan hasil hutan dan kelautan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih maju dan modern. Sejak 1994/1995 hingga 1998/1999 perkembangan industri di Propinsi Maluku meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan itu terjadi pada kelompok industri anek, industri mesin logam dan kimia, industri hasil pertanian dan kehutanan, serta industri kecil dan kerajinan.

F. Energi Alternatif
                Maluku memiliki potensi energi air yang tersebar di 27 lokasi di Pulau Seram dengan diperkirakan dapat membangkitkan daya sebesar 217 MW selain itu ada panas bumi sebesar 142 MWe, batubara dan minyak bumi yang belum terukur.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar