A. Letak, luas, dan batas wilayah
Maluku atau
yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah provinsi yang ada di Indonesia. Yang Ibu kotanya yaitu Ambon.
Lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di
Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti bahwa sejarah Maluku adalah
yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia, Mesopotamia, dan Mesir
menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah
surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara, daerah itu tak lain
dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, Fuli, Cengkeh dan Mutiara.
Menurut letak astronomis, maka wilayah Provinsi Maluku
terletak antara 2 °30 ’LU -90° LS & 124°BT - 136° BT dengan jumlah
penduduk sebesar: 1.708.000 jiwa. Dengan luas daratan 47.350,42 km2 dan
luas perairan 658.294,69 km2. Maluku terletak di Indonesia Bagian Timur.
Berbatasan langsung dengan Maluku Utara dan Papua Barat di sebelah utara, Laut Maluku, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara di sebelah barat, Laut Banda, Timor Leste, dan Nusa Tenggara Timur di
sebelah selatan serta Laut Aru dan Papua di
sebelah timur.
B. Keadaan Fisik
Iklim
dan Cuaca, Kepulauan Maluku beriklim tropis dan iklim Muzon dimana iklim ini
sangat dipengaruhi oleh lautan yang luas dan berlangsung serimana dengan iklim
yang ada.
Temperatur rata-rata dari tiga stasiun BMG adalah 27°C,
dengan curah hujan sepanjang tahun 2005 sebesar 184,13 mm. Rata-rata temperatur
Provinsi Maluku berdasarkan pencatatan stasium BMG Tahun 2005 Stasiun BMG Ambon
Tual Saumlaki Stasiun BMG Ambon Tual Saumlaki Rata-rata Rata-rata temparatur
(°C) Maksimum 26,4 30,5 27,2 27,6 Rata-rata jumlah hari hujan 20,2 17,4 11,4
31,5 31,5 Rata-rata Rata-rata Minimum Curah Hujan (mm) 23,7 237,8 24,1 23,8
192,1 122,5 Presentase Kelembaban dan Penyinaran matahari berdasarkan
pencatatan stasium BMG Tahun 2005 Rata-rata Rata-rata Rata-rata penyinaran
Tekanan Kelembaban Nisbi matahari (%) Udara (Nb) Udara (%) 39,8 1.011,1 80,6
64,6 71,0 1.010,8 1.011,8 85,5 79,4
C. Keadaan Sosial
Provinsi
Maluku memiliki penduduk sebesar 1.708.000 jiwa. Maluku memiliki beberapa suku,
yaitu Alif'uru (60%),
Eropa 10%), Arab (20%), Sulawesi, Jawa, Sumatra dan lainnya (10%). dan memiliki
beberapa bahasa,yaitu Bahasa Ambon (utama),
serta 140-an lebih bahasa-bahasa lainnya. Maluku juga memiliki beberapa agama
seperti , Islam (50,61%), Protestan (41,40%), Katolik (6,76), Hindu (0,4%), Buddha (Khong Hu Chu) kurang dari (0,1%), dan lainnya (0,4%).
D. Ketahanan Pangan
Di
Maluku ketersediaan lahan sawah hanya terbatas pada daerah transmigrasi seperti
daerah Seram dan Pulau Buru sebagai tempat pembuangan eks PKI selain itu
terbatasnya unsur hara pada tanah yang ada di Maluku mengharuskan stok beras
sebagai kebutuhan utama pakan harus dari luar daerah seperti Makassar dan
Surabaya padahal pangan alternatif yang tersedia di Maluku cukup mampu
mengatasi keterbatasan pangan yang ada. Pangan tersebut adalah Sagu. Sagu
sebagai pangan tradisional orang Maluku sudah ada sejak Nenek Moyang orang
Maluku ada, bahkan Belanda dan Portugis yang menjajah berabad-abad di Negeri
Maluku sudah menggunakan sagu sebagai kebutuhan pangan pasukan armada perang
mereka. Namun lewat pemerintahan masa orde baru terjadi penyeragaman pangan ke
satu komoditas pangan yakni beras. Namun ketergantungan pola konsumsi pangan
masyarakat Maluku terhadap beras, tidak sebanding dengan tingkat produksi beras
di Provinsi Maluku. Secara letak geografis Maluku adalah Provinsi kepulauan.
E. Bahan Industri
Industri
yang berbasiskan sumber daya alam, khususnya industri pengolahan hasil hutan
dan kelautan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih maju dan
modern. Sejak 1994/1995 hingga 1998/1999 perkembangan industri di Propinsi
Maluku meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan itu terjadi pada kelompok
industri anek, industri mesin logam dan kimia, industri hasil pertanian dan
kehutanan, serta industri kecil dan kerajinan.
F. Energi Alternatif
Maluku
memiliki potensi energi air yang tersebar di 27 lokasi di Pulau Seram dengan
diperkirakan dapat membangkitkan daya sebesar 217 MW selain itu ada panas bumi
sebesar 142 MWe, batubara dan minyak bumi yang belum terukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar